Solusi Untuk Sapi Kurus agar Cepat Gemuk

ilustrasi sapi kurus


Sapi kurus adalah kondisi kurangnya berat badan menurut tinggi badannya. Atau bisa disebut juga proporsi berat badannya tidak proporsional dengan tinggi badannya. Seekor sapi tergolong kurus (underweight) ketika memiliki nilai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5.

Solusi penggemukan sapi bisa dilakukan dengan banyak sekolu metode-metode mulai dari tradisional sampai modern. Cara tradisional dengan sistem indukan untuk mendapatkan keturunan. Sedangkan metode ternak sapi modern yang mengelola sapi dari puluhan sampai ratusan. Peternak sapi jelas menginginkan sapi ternakannya mempunyai kualitas pertumbuhan bobot dan kesehatan yang baik.


Sapi yang kurus dan pertumbuhan yang mengalami keterlambatan tentu akan membuat pemilik ternak menjadi khawatir. Keadaan tidak normal pada pertumbuhan sapi bisa mempunyai dampak kematian karena serangan penyakit. Langkah yang bisa dilakukan terlebih dahulu kita cari penyebabnya.

Penyebab sapi kurus di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

1. Sapi terserang penyakit parah
Ada beberapa tanda-tanda (ciri-ciri) ternak sapi yang mengalami sakit, adalah sebagai berikut :

• Mata buram
• Cekung
• Mengantuk
• Telinga terkulai
• Nafsu makan berkurang
• Minumnya sedikit dan lambat
• Kotoran sedikit mungkin diare atau kering dan keras
• Badan panas, detak jantung dan pernapasan tidak normal
• Fisik badan menyusut, berjalan sempoyongan.
• Kulit tidak elastik, bulu kusut, mulut dan hidung kering.
• Temperatur tubuh naik turun

Gangguan kesehatan pada sapi yang akut bisa membuat sapi tidak bisa gemuk. Walau kita merasa sudah memberikan pakan yang terbaik dengan kadar nutrisi yang cuklup juga untuk ternak sapi.

Selama sapi masih bisa disembuhkan dnegan cara sederhana maaupun dengan langkah lanjutan memangil dokter hewan. Selanjutnya setelah sapi sehat, sapi dapat tumbuh normal dan gemuk bisa dicapai dengan mudah.

2. Menderita cacingan

Sapi dengan gejala cacingan seperti yaitu ;
• kurus
• rambut kusam/berdiri dan tidak mengkilap
• mata berair dan kotoran berair (mencret)
• Kondisi sapi lemah

Penanganan dan Pencegahan

Pengendalian dan penanganan kasus cacingan pada ternak dapat dilakukan dengan cara sederhana, yaitu memutus siklus hidup parasit cacing tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait upaya pengendalian dan penanganan kasus cacingan di antaranya:

• Pemberian pakan berkualitas dengan kandungan nutrisi dan jumlah yang cukup. Kualitas pakan, baik rumput maupun konsentrat, yang baik dapat membantu meningkatkan daya tahan ternak karena nutrisi yang diperlukan tercukupi. Jika perlu tambahkan Mineral Feed Suplement S untuk mencegah defisiensi mineral dan membuat sapi potong menjadi lebih gemuk.
• Memperhatikan sanitasi kandang dan kebersihan lingkungan. Dengan tidak membiarkan kotoran sapi menumpuk dan membersihkan sisa pakan secara rutin, menjaga drainase kandang dan lingkungan di sekitarnya sehingga tidak lembap dan becek, serta menghindari adanya genangan air pada tanah. Selain itu, tanaman dan rumput-rumput liar di sekitar kandang dibersihkan serta melakukan desinfeksi kandang secara rutin menggunakan Antisep, Neo Antisep atau Formadesuntuk kandang kosong. Ternak sapi sebaiknya tidak digembalakan terlalu pagi karena pada waktu tersebut larva cacing biasanya dominan berada di permukaan rumput yang masih basah. Guna memutus siklus hidup cacing, sebaiknya sistem penggembalaan dilakukan secara bergilir. Artinya sapi tidak terus-menerus digembalakan di tempat yang sama.
• Pemberian rumput hijauan segar sangat tidak dianjurkan pada ternak sapi yang dipelihara secara intensif. Sebaiknya rumput dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan pada sapi guna menghindari termakannya larva cacing yang menempel pada rumput.
• Membasmi populasi inang antara perlu dilakukan dengan menjaga kelembapan dan sekitar kandang tidak basah untuk mencegah kelangsungan hidup siput air tawar tersebut. Berkembang biaknya populasi siput air tawar sebagai inang cacing dapat pula dikurangi dengan cara memelihara itik atau bebek yang berperan sebagai predator alami inang antara tersebut.
• Melakukan pemeriksaan kesehatan dan program pemberian obat cacing secara teratur. Pemberian obat cacing merupakan langkah utama dalam upaya pengendalian dan penanganan cacingan baik pada pedet maupun sapi dewasa. Program pemberian anthelmintika/ obat cacing sebaiknya dilakukan sejak masih muda (umur 7 hari) dan diulang secara berkala setiap 2-3 bulan sekali guna membasmi cacing secara tuntas dan memutus siklus hidup parasit tersebut. Produk anthelmintika Medion yang dapat digunakan untuk memberantas cacing gilig, cacing daun dan cacing pita pada sapi yaitu Wormectin Plus dan Wormzol-B. Pemberian multivitamin secara rutin setiap 2-3 bulan sekali yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak, sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit (termasuk cacingan).
• Monitoring telur dan larva cacing perlu dilakukan secara rutin (2-3 bulan sekali) melalui uji feses. Uji feses ini bertujuan untuk menemukan telur cacing baik secara kualitatif (jenis telur cacing) dan secara kuantitatif (jumlah telur cacing tiap 1 gram feses). Hal ini tentu akan berkaitan dengan waktu pengulangan pemberian obat cacing dan penentuan obat cacing yang akan diberikan sesuai dengan jenis cacing yang mengifeksi. Saat ini Medion telah memiliki laboratorium yang dapat melayani uji tersebut, yaitu MediLab yang telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.


3. Gangguan nafsu makan pada sapi

Penyebab sapi susah makan tersebut diantaranya akibat gangguan penyakit tertentu, stres, demam, dan akibat pemberian ransum baru.

Berikut ini beberapa cara mengatasi sapi yang susah makan sesuai dengan penyebabnya tersebut dalam uraian dibawah ini ;

• Berikan obat obatan, sapi yang mengalami masalah susah makan karena kondisi demam dan stres dapat dibantu pengatasannya dengan mengobati keadaan demam maupun menurunkan tingkat stres sapi terlebih dahulu. Untuk mengatasi demam dan stres yang terjadi pada sapi tersebut maka dapat dengan mengunakan obat obatan seperti cortisone atau dexamethasone.
• Pemberian vitamin sapi, selain obat obatan tertentu, pemberian vitamin kepada sapi juga dapat dilakukan ketika penyebab sapi susah makan adalah karena hilangnya nafsu makan dari sapi tersebut. Dengan pemberian vitamin penambah nafsu makan maka setidaknya sapi akan terangsang untuk mengkonsumsi pakan yang diberikan oleh peternak.
• Berikan pakan hijauan, secara alamiah sapi akan mengkonsumsi makan berupa tumbuhan dan rerumputan hijau. Untuk mengembalikan selera makan sapi maka sebaiknya berikan pakan hijauan terlebih dahulu tanpa adanya campuran dalam pakan yang diberikan kepada sapi tersebut.
• Lemofit, lemofit merupakan salah satu penemuan baru dari LIPI yogyakarta yang dapat digunakan sebagai penyedap rasa untuk mengembalikan selera makan sapi. Pemberian lemofit pada sapi tersebut sudah terbukti melalui berbagai macam penelitian dapat mengatasi sapi yang susah makan.
• Proses perubahan ransum, beberapa sapi dapat kehilangan nafsu makan akibat adanya perubahan ransum dalam pakannya tersebut. Untuk mengatasinya maka terlebih dahulu kembalikan ransum lama pakan sapi dan baru lakukan pengantian secara bertahap dengan jarak persentase yang tidak terlalu tinggi.
• Membuat pakan komboran, cara mengatasi sapi yang susah makan lainya adalah dengan mengunakan pakan komboran yang sudah banyak digunakan oleh para peternak berpengalaman.

4. Mencret dan juga gangguan pada pencernaan

Gejala umum sapi yang terkena diare adalah ;
• feses bentuk encer terus menerus dan berbau busuk
• kondisi tubuh sapi lemas
• kotoran yang keluar berwarna hijau muda atau kuning kehijauan.
Langkah Mengobati Sapi Mencret dengan Cara Alami

Penyakit mencret biasanya dikarenakan oleh bakteri atau virus yang menyerang bagian pencernaan. Dengan begitu, sistem pencernaan mengalami cairan berlebih yang menyebabkan kotoran sapi menjadi lebih encer.

Seperti pada manusia, mencret yang dialami oleh hewan juga akan menyebabkan berbagai gejala dehidrasi sehingga lemah dan nafsu akan berkurang. Dalam jangka waktu lama, hal ini bisa mengakibatkan kematian pada hewan jika tidak segera ditangani. Namun tidak perlu khawatir, begini cara mengobati sapi yang terserang mencret.

1. Memberikan cairan elektrolit

Penanganan pertama pada sapi yang mengalami diare bisa dilakukan dengan memberikan cairan elektrolit. Cara pembuatan elektrolit ini sangat mudah. Cara sederhananya yaitu larutkan ¼ sendok teh garam pada air hangat ditambah dengan 1 sendok teh gula pasir. Kemudian diminumkan pada sapi dengan takaran 2 kali sehari.

Elektrolit berfungsi untuk menggantikan cairan dalam tubuh yang berkurang akibat dehidrasi. Elektrolit juga bisa dibuat dengan merebus daun jambu biji atau sering disebut dengan oralit. Kandungan magnesium yang terkandung di dalam oralit mampu mengurangi radang pada usus pada saat terjadinya mencret. Rebuslah daun jambu sesuai dengan kebutuhan, selain direbus daun jambu biji juga bisa ditumbuk kemudian diberi air dan langsung diminumkan pada sapi.

2. Memberikan daun bambu

Obat diare untuk hewan ternak satu ini mungkin asing di telinga masyarakat. Akan tetapi, berdasarkan hasil riset daun bambu mempunyai khasiat meredakan sakit diare pada hewan. Daun bambu yang dimaksud yaitu daun bambu apus, daun bambu ampel kuning, daun bambu taluh, daun bambu tabah. Kandungan antimikroba pada daun bambu dipercaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.

3. Ramuan herbal

Ramuan herbal dari rempah-rempah pilihan juga berkhasiat untuk meredakan penyakit mencret pada hewan ternak. Untuk membuat ramuan herbal cukup mudah, hanya perlu menggunakan bahan-bahan seperti kencur, temu ireng, kunyit, lempuyang dan tempe yang sudah membusuk kemudian dihaluskan. Setelah dihaluskan, campuran bahan tersebut dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan satu malam untuk mendapatkan air hasil fermentasi. Air hasil fermentasi tersebut diminumkan pada sapi mencret dengan dosis 3 kali dalam sehari.


Mencret terus menerus bisa membuat sapi menjadi kurus. Penyebabnya bisa karena faktor fisiologis oerubahan cuaca, dll.

5. Kurangnya asupan nutrisi dan pakan yang tiak optimal

Pemberian pakan yang seadanya bisa membuat sapi menjadi kurus. Pemberian pakan dapat dilakukan pada jam 6 – 8 pagi dengan jumlah kisaran tidak lebih dari 40 % dari total pakan hariannya. Sisanya minimal 60 % adalah pakan konsentrat. Tujuan pemberian pakan konsentrat adalah untuk memenuhi kebutuhan protein sapi supaya sapi dapat tumbuh dengan cepat, cepat gemuk, dan bobotnya bertambah.

Cara menggemukan sapi kurus adalah dengan pemberian makan secara teratur, agar bobot bisa mencapai target secara maksimal. Jadwal pemberian pakan sapi juga diatur agar sapi terbiasa siap untuk makan dengan lahap. Nutrisi bisa ditambah dengan makanan konsentrat. Selain pakan air jangan sampai kehabisan yang bisa membuat masalah serius.

Pemberian konsentrat yang baik dapat menaikkan bobot ternak dengan cepat. Pemilihan pakan yang tetap merupakan kunci utama keberhasilan dari usaha peternakan. Jika salah memilih pakan maka akan mengakibatkan kenaikan bobot tidak lelau baijk sehingga harga jualnya sudah sangat mahal.




Sapi Kurus adalah kondisi kurangnya berat badan menurut tinggi badannya. Atau bisa disebut juga proporsi berat badannya tidak proporsional dengan tinggi badannya. Seekor sapi tergolong kurus (underweight) ketika memiliki nilai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5.

Solusi penggemukan sapi bisa dilakukan dengan banyak sekolu metode-metode mulai dari tradisional sampai modern. Cara tradisional dengan sistem indukan untuk mendapatkan keturunan. Sedangkan metode ternak sapi modern yang mengelola sapi dari puluhan sampai ratusan. Peternak sapi jelas menginginkan sapi ternakannya mempunyai kualitas pertumbuhan bobot dan kesehatan yang baik.


Sapi yang kurus dan pertumbuhan yang mengalami keterlambatan tentu akan membuat pemilik ternak menjadi khawatir. Keadaan tidak normal pada pertumbuhan sapi bisa mempunyai dampak kematian karena serangan penyakit. Langkah yang bisa dilakukan terlebih dahulu kita cari penyebabnya.

Penyebab sapi kurus di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  1.  Sapi terserang penyakit parah
Ada beberapa tanda-tanda (ciri-ciri) ternak sapi yang mengalami sakit, adalah sebagai berikut :
  • Mata buram 
  • Cekung
  • Mengantuk
  • Telinga terkulai
  • Nafsu makan berkurang
  • Minumnya sedikit dan lambat
  • Kotoran sedikit mungkin diare atau kering dan keras
  • Badan panas, detak jantung dan pernapasan tidak normal
  • Fisik badan menyusut, berjalan sempoyongan.
  • Kulit tidak elastik, bulu kusut, mulut dan hidung kering.
  • Temperatur tubuh naik turun

Gangguan kesehatan pada sapi yang akut bisa membuat sapi tidak bisa gemuk. Walau kita merasa sudah memberikan pakan yang terbaik dengan kadar nutrisi yang cuklup juga untuk ternak sapi.

Selama sapi masih bisa disembuhkan dnegan cara sederhana maaupun dengan langkah lanjutan memangil dokter hewan. Selanjutnya setelah sapi sehat, sapi dapat tumbuh normal dan gemuk bisa dicapai dengan mudah.

2.    Menderita cacingan

Sapi dengan gejala cacingan seperti yaitu 


  •  kurus
  • rambut kusam/berdiri dan tidak mengkilap
  • mata berair dan kotoran berair (mencret)
  • Kondisi sapi lemah


Penanganan dan Pencegahan

Pengendalian dan penanganan kasus cacingan pada ternak dapat dilakukan dengan cara sederhana, yaitu memutus siklus hidup parasit cacing tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait upaya pengendalian dan penanganan kasus cacingan di antaranya:

  •  Pemberian pakan berkualitas dengan kandungan nutrisi dan jumlah yang cukup. Kualitas pakan, baik rumput maupun konsentrat, yang baik dapat membantu meningkatkan daya tahan ternak karena nutrisi yang diperlukan tercukupi. Jika perlu tambahkan Mineral Feed Suplement S untuk mencegah defisiensi mineral dan membuat sapi potong menjadi lebih gemuk
  •  Memperhatikan sanitasi kandang dan kebersihan lingkungan. Dengan tidak membiarkan kotoran sapi menumpuk dan membersihkan sisa pakan secara rutin, menjaga drainase kandang dan lingkungan di sekitarnya sehingga tidak lembap dan becek, serta menghindari adanya genangan air pada tanah. Selain itu, tanaman dan rumput-rumput liar di sekitar kandang dibersihkan serta melakukan desinfeksi kandang secara rutin menggunakan Antisep, Neo Antisep atau Formadesuntuk kandang kosong. Ternak sapi sebaiknya tidak digembalakan terlalu pagi karena pada waktu tersebut larva cacing biasanya dominan berada di permukaan rumput yang masih basah. Guna memutus siklus hidup cacing, sebaiknya sistem penggembalaan dilakukan secara bergilir. Artinya sapi tidak terus-menerus digembalakan di tempat yang sama. 
  • Pemberian rumput hijauan segar sangat tidak dianjurkan pada ternak sapi yang dipelihara secara intensif. Sebaiknya rumput dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan pada sapi guna menghindari termakannya larva cacing yang menempel pada rumput.
  • Membasmi populasi inang antara perlu dilakukan dengan menjaga kelembapan dan sekitar kandang tidak basah untuk mencegah kelangsungan hidup siput air tawar tersebut. Berkembang biaknya populasi siput air tawar sebagai inang cacing dapat pula dikurangi dengan cara memelihara itik atau bebek yang berperan sebagai predator alami inang antara tersebut.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan dan program pemberian obat cacing secara teratur. Pemberian obat cacing merupakan langkah utama dalam upaya pengendalian dan penanganan cacingan baik pada pedet maupun sapi dewasa. Program pemberian anthelmintika/ obat cacing sebaiknya dilakukan sejak masih muda (umur 7 hari) dan diulang secara berkala setiap 2-3 bulan sekali guna membasmi cacing secara tuntas dan memutus siklus hidup parasit tersebut. Produk anthelmintika Medion yang dapat digunakan untuk memberantas cacing gilig, cacing daun dan cacing pita pada sapi yaitu Wormectin Plus dan Wormzol-B. Pemberian multivitamin secara rutin setiap 2-3 bulan sekali yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak, sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit (termasuk cacingan).
  • Monitoring telur dan larva cacing perlu dilakukan secara rutin (2-3 bulan sekali) melalui uji feses. Uji feses ini bertujuan untuk menemukan telur cacing baik secara kualitatif (jenis telur cacing) dan secara kuantitatif (jumlah telur cacing tiap 1 gram feses). Hal ini tentu akan berkaitan dengan waktu pengulangan pemberian obat cacing dan penentuan obat cacing yang akan diberikan sesuai dengan jenis cacing yang mengifeksi. Saat ini Medion telah memiliki laboratorium yang dapat melayani uji tersebut, yaitu MediLab yang telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.


3.    Gangguan nafsu makan pada sapi

Penyebab sapi susah makan tersebut diantaranya akibat gangguan penyakit tertentu, stres, demam, dan akibat pemberian ransum baru.

Berikut ini beberapa cara mengatasi sapi yang susah makan sesuai dengan penyebabnya tersebut dalam uraian dibawah ini ;

  •  Berikan obat obatan, sapi yang mengalami masalah susah makan karena kondisi demam dan stres dapat dibantu pengatasannya dengan mengobati keadaan demam maupun menurunkan tingkat stres sapi terlebih dahulu. Untuk mengatasi demam dan stres yang terjadi pada sapi tersebut maka dapat dengan mengunakan obat obatan seperti cortisone atau dexamethasone. 


  • Pemberian vitamin sapi, selain obat obatan tertentu, pemberian vitamin kepada sapi juga dapat dilakukan ketika penyebab sapi susah makan adalah karena hilangnya nafsu makan dari sapi tersebut. Dengan pemberian vitamin penambah nafsu makan maka setidaknya sapi akan terangsang untuk mengkonsumsi pakan yang diberikan oleh peternak. 
  •  Berikan pakan hijauan, secara alamiah sapi akan mengkonsumsi makan berupa tumbuhan dan rerumputan hijau. Untuk mengembalikan selera makan sapi maka sebaiknya berikan pakan hijauan terlebih dahulu tanpa adanya campuran dalam pakan yang diberikan kepada sapi tersebut.
  •  Lemofit, lemofit merupakan salah satu penemuan baru dari LIPI yogyakarta yang dapat digunakan sebagai penyedap rasa untuk mengembalikan selera makan sapi. Pemberian lemofit pada sapi tersebut sudah terbukti melalui berbagai macam penelitian dapat mengatasi sapi yang susah makan.
  • Proses perubahan ransum, beberapa sapi dapat kehilangan nafsu makan akibat adanya perubahan ransum dalam pakannya tersebut. Untuk mengatasinya maka terlebih dahulu kembalikan ransum lama pakan sapi dan baru lakukan pengantian secara bertahap dengan jarak persentase yang tidak terlalu tinggi.
  •  Membuat pakan komboran, cara mengatasi sapi yang susah makan lainya adalah dengan mengunakan pakan komboran yang sudah banyak digunakan oleh para peternak berpengalaman.


4. Mencret dan juga gangguan pada pencernaan

Gejala umum sapi yang terkena diare adalah ;

  • feses bentuk encer terus menerus dan berbau busuk
  • kondisi tubuh sapi lemas
  • kotoran yang keluar berwarna hijau muda atau kuning kehijauan.
Langkah Mengobati Sapi Mencret dengan Cara Alami

Penyakit mencret biasanya dikarenakan oleh bakteri atau virus yang menyerang bagian pencernaan. Dengan begitu, sistem pencernaan mengalami cairan berlebih yang menyebabkan kotoran sapi menjadi lebih encer.

Seperti pada manusia, mencret yang dialami oleh hewan juga akan menyebabkan berbagai gejala dehidrasi sehingga lemah dan nafsu akan berkurang. Dalam jangka waktu lama, hal ini bisa mengakibatkan kematian pada hewan jika tidak segera ditangani. Namun tidak perlu khawatir, begini cara mengobati sapi yang terserang mencret.

1. Memberikan cairan elektrolit

Penanganan pertama pada sapi yang mengalami diare bisa dilakukan dengan memberikan cairan elektrolit. Cara pembuatan elektrolit ini sangat mudah. Cara sederhananya yaitu larutkan ¼ sendok teh garam pada air hangat ditambah dengan 1 sendok teh gula pasir. Kemudian diminumkan pada sapi dengan takaran 2 kali sehari.

Elektrolit berfungsi untuk menggantikan cairan dalam tubuh yang berkurang akibat dehidrasi. Elektrolit juga bisa dibuat dengan merebus daun jambu biji atau sering disebut dengan oralit. Kandungan magnesium yang terkandung di dalam oralit mampu mengurangi radang pada usus pada saat terjadinya mencret. Rebuslah daun jambu sesuai dengan kebutuhan, selain direbus daun jambu biji juga bisa ditumbuk kemudian diberi air dan langsung diminumkan pada sapi.

2. Memberikan daun bambu

Obat diare untuk hewan ternak satu ini mungkin asing di telinga masyarakat. Akan tetapi, berdasarkan hasil riset daun bambu mempunyai khasiat meredakan sakit diare pada hewan. Daun bambu yang dimaksud yaitu daun bambu apus, daun bambu ampel kuning, daun bambu taluh, daun bambu tabah. Kandungan antimikroba pada daun bambu dipercaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.

3. Ramuan herbal

Ramuan herbal dari rempah-rempah pilihan juga berkhasiat untuk meredakan penyakit mencret pada hewan ternak. Untuk membuat ramuan herbal cukup mudah, hanya perlu menggunakan bahan-bahan seperti kencur, temu ireng, kunyit, lempuyang dan tempe yang sudah membusuk kemudian dihaluskan. Setelah dihaluskan, campuran bahan tersebut dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan satu malam untuk mendapatkan air hasil fermentasi. Air hasil fermentasi tersebut diminumkan pada sapi mencret dengan dosis 3 kali dalam sehari.


Mencret terus menerus bisa membuat sapi menjadi kurus. Penyebabnya bisa karena faktor fisiologis oerubahan cuaca, dll.

5. Kurangnya asupan nutrisi dan pakan yang tiak optimal

Pemberian pakan yang seadanya bisa membuat sapi menjadi kurus. Pemberian pakan dapat dilakukan pada jam 6 – 8 pagi dengan jumlah kisaran tidak lebih dari 40 % dari total pakan hariannya. Sisanya minimal 60 % adalah pakan konsentrat. Tujuan pemberian pakan konsentrat adalah untuk memenuhi kebutuhan protein sapi supaya sapi dapat tumbuh dengan cepat, cepat gemuk, dan bobotnya bertambah.

Cara menggemukan sapi kurus adalah dengan pemberian makan secara teratur, agar bobot bisa mencapai target secara maksimal. Jadwal pemberian pakan sapi juga diatur agar sapi terbiasa siap untuk makan dengan lahap. Nutrisi bisa ditambah dengan makanan konsentrat. Selain pakan air jangan sampai kehabisan yang bisa membuat masalah serius.

Pemberian konsentrat yang baik dapat menaikkan bobot ternak dengan cepat. Pemilihan pakan yang tetap merupakan kunci utama keberhasilan dari usaha peternakan. Jika salah memilih pakan maka akan mengakibatkan kenaikan bobot tidak lelau baijk sehingga harga jualnya sudah sangat mahal.

Comments

Popular posts from this blog

5 Rahasia Penggemukan Sapi yang Ampuh